Selasa, 19 Maret 2013
Senin, 18 Maret 2013
SEPINTAS IDE
PIKIRAN JAHAT
Ada lara yang kau tancapkan.
Menyebarkan benih-benih kebencian.
Tumbuh dan berkembang.
Berbuah balas dendam.
Akar kebusukan telah terjuntai.
Dengan kelicikan, dirimu telah ku jerat
Akan ku genggam erat.
Dan ku ikat kuat.
Segera ku lancarkan rencana jahat.
Aksara manisku berubah licik,
penuh ide picik.
Diam-diam rangkaikan rayuan,
penuh kebohongan.
Otakku kini sedang memutar rencana.
Apa yang akan aku lakukan selanjutnya?
Muak aku melihat senyumnya.
Ingin rasa ku sunat lisannya.
Ah, aku tau.
Secara tiba-tiba ku serang dirimu dengan kenyataan,
yang bisa jadi membuatmu jantungan.
Ku eksekusi segala bualanmu.
Ku mutilasi tingkah polahmu.
Ku pandangi dirimu yang terpaku.
Terdiam bisu layaknya patung.
Mata teduhmu memancarkan keterkejutan.
Wajah manismu pucat pasi.
Ketakutan seperti melihat hantu.
Aku senang bukan kepalang.
Rencanaku berjalan lancar.
Orang sepertimu pantasnya ditendang ke tong sampah.
Buangan terakhir untuk seorang pembual.
Kini dendamku terbalas.
Aku pun tersenyum puas.
KIKY, Sijhih City, 19 Maret 2013
Ada lara yang kau tancapkan.
Menyebarkan benih-benih kebencian.
Tumbuh dan berkembang.
Berbuah balas dendam.
Akar kebusukan telah terjuntai.
Dengan kelicikan, dirimu telah ku jerat
Akan ku genggam erat.
Dan ku ikat kuat.
Segera ku lancarkan rencana jahat.
Aksara manisku berubah licik,
penuh ide picik.
Diam-diam rangkaikan rayuan,
penuh kebohongan.
Otakku kini sedang memutar rencana.
Apa yang akan aku lakukan selanjutnya?
Muak aku melihat senyumnya.
Ingin rasa ku sunat lisannya.
Ah, aku tau.
Secara tiba-tiba ku serang dirimu dengan kenyataan,
yang bisa jadi membuatmu jantungan.
Ku eksekusi segala bualanmu.
Ku mutilasi tingkah polahmu.
Ku pandangi dirimu yang terpaku.
Terdiam bisu layaknya patung.
Mata teduhmu memancarkan keterkejutan.
Wajah manismu pucat pasi.
Ketakutan seperti melihat hantu.
Aku senang bukan kepalang.
Rencanaku berjalan lancar.
Orang sepertimu pantasnya ditendang ke tong sampah.
Buangan terakhir untuk seorang pembual.
Kini dendamku terbalas.
Aku pun tersenyum puas.
KIKY, Sijhih City, 19 Maret 2013
Kamis, 14 Maret 2013
MY FILE
LANGIT MALAMKU
Malam bercerita.
Bagaimana langit yang ingin ku pinjam tiba-tiba menangis.
Apakah aku salah?
Ataukah menyakitinya?
Hanya karena ingin ku goreskan lukisan sederhana di kanvasnya.
Ataukah dia cemburu?
Karena ku sandingkan lukisan wajah kekasihku dengan bintangnya.
Langit tak menjawab.
Bulir-bulir keresahan merintik.
Sunyi senyap.
Aku terdiam.
Perlahan ku tinggalkan pelataran malam,
dan dengan rasa yang masih ku genggam.
KOLABORASI
TENTANG DIRIMU
(Kolaborasi dari +kartika risky , Zam, dan +Revi Yandra )
Masih tentang cerita engkau dan dia yang tak pernah terukir indah.
Mencoba memahami setiap bait yang kau pilih.
Berbaur dan menelisik ke dalam ruang.
Biar ku cari samar bayang di tepian dinding hati,
yang kutau tak sekemilau dinding hatimu.
Ku yakin ada sisi lain yang gemerlap kan kudapatkan.
Entah ini sebuah keinginan ataukah ambisi.
Pikiranku masih dipenuhi tentang dirimu.
Kenangan tentang kita.
Haruskah ku tangisi sisa cerita kemarin yang telah terukir,
sedang itu nantinya akan mengajarkanmu lebih bijaksana.
Jelas tangisan hanya menyisakan satu tanda tanya buat kita berdua.
Mungkin harus kubiarkan dia larut bersama satu kisah baru.
Ku tau satu hati tak dapat kuraih,
semudah ku meraih pena di tangan.
Biarlah ku terdiam.
Diam untuk sementara waktu.
Sampai ku dapat keberanian untuk menghentikan sebuah rasa yang menggumpal di benakku.
Melupakan dan mengikhlaskan semua tentang dirimu.
(Kolaborasi dari +kartika risky , Zam, dan +Revi Yandra )
Masih tentang cerita engkau dan dia yang tak pernah terukir indah.
Mencoba memahami setiap bait yang kau pilih.
Berbaur dan menelisik ke dalam ruang.
Biar ku cari samar bayang di tepian dinding hati,
yang kutau tak sekemilau dinding hatimu.
Ku yakin ada sisi lain yang gemerlap kan kudapatkan.
Entah ini sebuah keinginan ataukah ambisi.
Pikiranku masih dipenuhi tentang dirimu.
Kenangan tentang kita.
Haruskah ku tangisi sisa cerita kemarin yang telah terukir,
sedang itu nantinya akan mengajarkanmu lebih bijaksana.
Jelas tangisan hanya menyisakan satu tanda tanya buat kita berdua.
Mungkin harus kubiarkan dia larut bersama satu kisah baru.
Ku tau satu hati tak dapat kuraih,
semudah ku meraih pena di tangan.
Biarlah ku terdiam.
Diam untuk sementara waktu.
Sampai ku dapat keberanian untuk menghentikan sebuah rasa yang menggumpal di benakku.
Melupakan dan mengikhlaskan semua tentang dirimu.
Sabtu, 09 Maret 2013
KOLABORASI
MILIKI
(Kolaborasi With Kiki Soraya and Rinai )
Banyak jalan, tapi ku terlanjur menepi direlung sepi
Telah kulalui sedikit jalan terjal, onak berduri
Semua tetap tak bersangkar dipalung hati
Kadang ku ingin lari
Tetapi kutakut tak mendapat satu hati yang hakiki
Yaitu Milik-Nya lah yang paling sejati
Menepilah duhai hati.
Tautkanlah kembali.
Ku disini tersiksa dalam sepi.
Sunyi.
Adakah melati ini kan pergi, meniti dan menyepi
Tengoklah khas sinar jingga yang nyaris tenggelam bak mati
Kita tahu disanalah bersemayam cinta milik-Nya yang sejati
Bukan hal yang kutakuti jika jiwa dan cinta ini terampas sepi
Hanya satu yang mendasari ini
Kembali kepada sang Kalam Illahi
Mari kita bersujud menyatukan jiwa
Dalam syaf syaf perih cinta yg mulai pulih
Pasti ALLAH Menganugerahkan Cinta kembali
Walau Titipan namun bahagianya kita miliki ...........
Created and Edited by Epay Yankovic
(Kolaborasi With Kiki Soraya and Rinai )
Banyak jalan, tapi ku terlanjur menepi direlung sepi
Telah kulalui sedikit jalan terjal, onak berduri
Semua tetap tak bersangkar dipalung hati
Kadang ku ingin lari
Tetapi kutakut tak mendapat satu hati yang hakiki
Yaitu Milik-Nya lah yang paling sejati
Menepilah duhai hati.
Tautkanlah kembali.
Ku disini tersiksa dalam sepi.
Sunyi.
Adakah melati ini kan pergi, meniti dan menyepi
Tengoklah khas sinar jingga yang nyaris tenggelam bak mati
Kita tahu disanalah bersemayam cinta milik-Nya yang sejati
Bukan hal yang kutakuti jika jiwa dan cinta ini terampas sepi
Hanya satu yang mendasari ini
Kembali kepada sang Kalam Illahi
Mari kita bersujud menyatukan jiwa
Dalam syaf syaf perih cinta yg mulai pulih
Pasti ALLAH Menganugerahkan Cinta kembali
Walau Titipan namun bahagianya kita miliki ...........
Created and Edited by Epay Yankovic
NYELENEH
** KONYOL **
By : Epay Yankovic Kebayoran Lama 07032013
Ingin ku tendang jauh sakit yang mendera otak kiri ini.
Biar dia 'nyungsep' ke kubangan lagi dan tak bersemi.
Biarlah sudah terlanjur kuhamparkan aksara yang menyudutkan diri.
Rasanya mustahil kembali.
Padahal musim semi akan hadir 'tuk melibas sepi.
Rajukan tadi.
Akh memang berawal sedikit menggelitik tapi penuh sensasi
Padahal ku ingin mengajak bersulang secangkir kopi pagi.
Cuma sayang nya ku hanya sedikit 'linglung' bahkan nyaris gigit jari.
Dan pikiranpun kembali wara wiri.
By : Epay Yankovic Kebayoran Lama 07032013
Tentang Kita
Tentang Kita
Jelang mentari berjalan di atas kepala
Banyak putaran kata berhias
Seperti tarian ejekan atau pujian
Entahlah mana yang harus ku saring
Dirimu disana berkelam sepi
Aku disini berkubang kegelisahan
Jika saja bisa ku padukan
Ku inginkan sebuah nyanyian rindu tentang kita
me Nindy Tara Agiel
—Jelang mentari berjalan di atas kepala
Banyak putaran kata berhias
Seperti tarian ejekan atau pujian
Entahlah mana yang harus ku saring
Dirimu disana berkelam sepi
Aku disini berkubang kegelisahan
Jika saja bisa ku padukan
Ku inginkan sebuah nyanyian rindu tentang kita
me Nindy Tara Agiel
MUNGKIN
MUNGKIN
Mungkin hanya selip kata berbuah kekhilafan.
Tapi apakah yang mesti kuperbuat kawan?
Itulah nukilan yang biasa ku dengar dan ku perhatikan.
Maafkan.
Ku tahu ini memang salah, ataukah, kurang santun dalam menyemaikan.
-Liana Amadea
Mungkin hanya selip kata berbuah kekhilafan.
Tapi apakah yang mesti kuperbuat kawan?
Itulah nukilan yang biasa ku dengar dan ku perhatikan.
Maafkan.
Ku tahu ini memang salah, ataukah, kurang santun dalam menyemaikan.
-Liana Amadea
SADAR
SADAR
Aku sadar tak sepandai dia dalam bersajak.Inilah aku apa adanya tanpa menyentak.Hanya sedikit produksi sebuah otak.Mengolah-nya pun tak bisa serentak.
Oleh Dwie Martinez Bandung 08-03-2013
publikasi by Liana Amadea
Selaksa makna
Selaksa makna
Selaksa makna itu ujarmu.
Tak setara dengan tindakan ujarku.
Lalu apa makna buat kamu semai untukku.
Selalu sandarkan kebisuan yang selalu, buat ku meragu.
Ada apa denganmu?
Selalu bermakna ambigu.
Tetapi aku suka dengan rahasia syairmu.
Ku tak perlu berfikir keras untuk menyibaknya, walau kadang ku tak tahu
Buat apa hari itu difikir kawanku?
Nanti juga akan ketemu.
- Liana Amadea -
Thanks abang Epay Yankovic yang sudah undang saya menulis :)
Pretty Vacant
PRETTY VACANT
There's no point in asking, you'll get no reply
Oh just remember I don't decide
I got no reason it's all too much
You'll always find us out to lunch
Oh we're so pretty
Oh so pretty
we're vacant
Oh we're so pretty
Oh so pretty
A vacant
Don't ask us to attend 'cos we're not all there
Oh don't pretend 'cos I don't care
I don't believe illusions 'cos too much is real
So stop you're cheap comment 'cos we know what we feel
Oh we're so pretty
Oh so pretty
we're vacant
Oh we're so pretty
Oh so pretty
we're vacant ah
But now and we don't care
There's no point in asking you'll get no reply
Oh just remember a don't decide
I got no reason it's all too much
You'll always find me out to lunch
We're out on lunch
Oh we're so pretty
Oh so pretty
we're vacant
Oh we're so pretty
Oh so pretty
we're vacant
Oh we're so pretty
Oh so pretty ah
But now and we don't care
We're pretty
A pretty vacant
We're pretty
A pretty vacant
We're pretty
A pretty vacant
We're pretty
A pretty vacant
And we don't care
SEX PISTOLS
Karya Iwan
*** untaian tasbih***
Suatu masa nanti saat lengkung bulan sabit tak lagi indah di polesan langit atau
tertutup awan,
dan langkah mulai gontai dan lusuh dengan tatih tongkat penyangga.
Ajak lah aku melihat mentari pagi dengan biasan fajar yang bisa teduh kan hati
bercikan embun pagi.
Dengar lah putuskan irama rindu ku.
Berdendang lah tampa beban seperti embun tampa jera menetesi doa dengan butiran
tasbih.
Dan tak ada yang pergi karena semua dalam dekapan doa tulus.
tanam dan simpanlah didekat peraduan abadi.
,,, doa ku mengikuti lingkaran tasbih,,,
By : iwan setiawan
Suatu masa nanti saat lengkung bulan sabit tak lagi indah di polesan langit atau
tertutup awan,
dan langkah mulai gontai dan lusuh dengan tatih tongkat penyangga.
Ajak lah aku melihat mentari pagi dengan biasan fajar yang bisa teduh kan hati
bercikan embun pagi.
Dengar lah putuskan irama rindu ku.
Berdendang lah tampa beban seperti embun tampa jera menetesi doa dengan butiran
tasbih.
Dan tak ada yang pergi karena semua dalam dekapan doa tulus.
tanam dan simpanlah didekat peraduan abadi.
,,, doa ku mengikuti lingkaran tasbih,,,
By : iwan setiawan
Rindu II
BUNGA RINDU
Malam yang angkuh
berkenankah mendengar ceritaku?
Ketika alam tak jua mau berbagi
Di pelataran memandang bintang
Cahayanya entah untuk siapa?
terang, berpendar
Cabik luka hanya sia-sia
ku ingin sembuhkan luka ini dengan sinarmu bintang?
ku inginkan itu sebagai awal titik rindu yang mulai berkembang
Pada bulan ingin ku sampaikan
tentang rinduku yang semakin berbunga
hingga semua kuncupnya bermekaran
Entah kini dia dimana?
Akankah kita bisa berjumpa?
Dan akan kupersembahkan bunga rindu ini hanya untukmu
Karya : Firyal Kiky
Karya Gue II
- Menyepi bagian I -
Adakalanya menyepi menjadikan satu hal yang mengasyikan
Adakalanya hati tak akan berwarna, tetapi akan ada artinya kelak
menyepilah dalam keadilan bersama jiwa yang damai
Buang segala ego sekejappun tak mengapa
Jika ragu usah kau berlari
Berjalanlanlah perlahan niscaya kau temukan artinya
- Epay Yankovic -
Bandung 14 Desember 2012 Jati Handap
~ Menyepi bagian ke Dua ~
Tak harus ditakuti rasa sepi melanda sekujur raga
semestinya akan ada rasa yang tak pernah dimiliki
ahh mengapa mesti ada melekati dinding hati
hanya menimbang satu rasa Kemungkinan
Ku yakin akan beda
Bercermin kepada kesalahan diri akan terjawab disaat kita menyepi
Terasa sebuah teori, seperti itulah orang bicara
dan senyum mengejek akan mengembang dipelataran malam milik insan lain
tak kan kuabaikan itu
Semua akan terasa menyejukan jika kita balas dengan senyuman tanpa koma
meskipun itu ada celah yang terkuak, ku akan berusaha menutupinya
hingga tercipta suatu misteri
Karya : Epay Yankovic Bandung, 15 Desember 2012
Karya Gue
Masih Cerita Tentang Hujan
Dikala hujan telah terhenti
Dan larik sinar jingga bercerai berai.
Disini.
Saat semakin kugali.
Mungkin tanpa arti.
Ada keletihan dihati.
Seharusnya ku mengerti,
Pahami.
Walau terkadang duka dan nyeri menyelimuti.
Pasti, tetapi ku yakini.
Masih ada kelembutan, disatu sisi.
- Epay Yankovic - Kebayoran Lama 03 Maret 2013
RINDU
SELAMAT SIANG RINDUKU
Terbesit sebuah tanyaku untukmu.
Rambati hati yang terkadang tersayat sembilu.
Hanya khabar darimu.
Yang dapat buatku, menikmati arti rindu.
me : Nindy Tara Agiel
Selamat siang rinduku .......... :D
PUISI KREATIF
~ Tatap Sinar Jingganya ~
Keraguan hanya soal hati sedikit membeku
Cairkan semua keraguanmu
Masih banyak cara untukmu, tanpa harus bersenandung pilu
Bukan kerananya aku merajuk sepi disenja ini
Semua terjadi
Terlalu dini buatku kembali
Semua tanpa warna warni
Tak akan kembali berseri
Warna tak akan selalu cerah, bila ada resah
Usahlah
Tataplah sinar senja berarak indah
Masihkah ada seribu tanya buatmu terperangah
Kini ku terperangkap indah sinar jingga
Sejauh mata memandang tetap ada
Ingin ku berpaling, tapi kerlip sinarnya slalu membawaku ceria
Dapatkah kuhantarkan hati ini untuknya
Kolaborasi _Amadea Lee (Liana Amadea & Kiki Soraya )
Puisi Kreatif from Kiki Soraya
Pelataran Malam (tidak) Indah
Memang hari ini turun rintik hujan?
tetapi apakah kamu tak tahu.
disana terlihat gambaran abstrak hati kita berdua.
apakah itu artinya......?
Aku sudah bertahan tak ingin melihat itu.
Tetapi mengapa ku ingin menengoknya.
hmm ternyata sebuah rasa penasaran akan selalu menggoda.
semua akan statis atau tidak, biarlah hanya aku yang merasakan.
By : Kiki Soraya 18 Desember 2012 23:25
Pelataran Malam (tidak) Indah II
Rasanya hanya ungkapan ringan tercetus dari bibir ini
entah satu umpatan atau keluhan
kuharap dia tidak mendengarnya
jujur ku takut ia marah padaku
By : Kiki Soraya 18 Desember 2012 23:25
Pelataran Malam (tidak) Indah III
Saat ini banyak waktu yang terbuang percuma
entah disadari atau tidak pasti akan mengiris batin
Itulah akan terasa jikalau 'kita' sedang merenung
ohh terasa membolak balikan perasaan
tak ada satupun titik temu yang dapat di cari
karena bisa jadi 'kita' lalai
By : Kiki Soraya 18 Desember 2012 23:25
~ Apa adanya harus kutulis ~
Aku hadirkan satu fragmen yang tak baku.
Akupun tak memahami ini kerap kusematkan di bathinku.
Terkadang berjelaga, bila saja ku perhatikan itu.
Seperti rima saja bila saja dia tahu.
Dan lafadzku.
Semua dan ke aku-an diriku.
melintingkan rasa pongah sesaat yang kadang terasa ambigu.
Duhai aksaraku yang berlagu.
Dimana lagi kutemukan satu ritme buat ku gurat khas aksaraku.
Kosa kata tak lagi penuh dengan hamparan berlagu.
Itulah yang membuatku malas berjibaku.
Padahal ku sudah terlanjur menenggelamkan jiwa ini kelautan aksara semu.
Tak ada lagi rasa ragu.
Dan tak ada lagi hati yang beku, tapi kini aksaraku semua membisu
By : Kiki Soraya 09 Februari 2013 00:10
HATIMU
Sehati dan sepaham tak selalu bersatu padu
Kontradiksi kan kembali melagukan tembang baku
Aku tak tahu
Terkadang buatku meragu
Apalah arti sebuah senyum yang membisu
Tanpa adanya satu kata rindu darimu
Meski kutahu itu semu dan meragu
Setidaknya aku pernah singgah dihatimu
Harapku tak terbendung
Karena rindu terlanjur mengapung
Ingin kuraih dan lantunkan beberapa kidung
Lantunkankan lah untuk ku sebait senandung
Karya Kiki Soraya
PUISI KREATIF II
--- Sulit Ku Tela'ah amarahmu ---
Keluar aksara seperti muntahan lahar
panas membara
mendekatpun ku enggan
itulah segalanya mencuat tak begitu saja jika tak ada pemicunya
Beranda jiwa serta otakku telah penuh dengan isi amarahmu
kemana kan kudinginkan hatimu itu
ah terlihat sulit
biarlah ku menghindar sejauh mungkin
- Liana Amadea -
Karya ( Epay Yankovic - Liana Amadea - Sunyi Jiwa - Firyal Kiky ) from Facebook
November ceria
kini menjelma serpihan cerita
tiada lagi bait-bait cinta
semua semu menguap begitu saja
mimpi indah patah di ranting-ranting cemara
tertiup angin kembara ke angkasa
entah di belahan mana
tersembunyi kata bahagia (Sunyi Jiwa)
dan serpihan itu kucoba menanta ulang
tetapi kuragu dan amat meragu
dimana kisah itu tlah menjerat jiwaku bertahan dalam ketidak pastian
kini asaku makin menguncup asapun tak pernah berkibar (Liana)
Biarkan unggun menyala di sudut sepimu yang gigil
lembut tersebut namamu kupanggil
genapilah bagianku yang ganjil
menjelma sebagai terindah di duniaku yang kecil (Sunyi Jiwa)
Kesedihan yang melanda jiwa ini harus kuakhiri
aku inginkan sebuah rasa bahagia menaungi relung hati ini
sebuah rasa yang sama engkau rasakan (Liana)
Ku sempat tak menyadari sorot tajam binar matanya
membuat simpul hati ini mengurai dan bersatu dalam rasa suka ku
seperti dapat mengalahkan rasa sakit ini
Ketika bait-baitnya mengurai tawa
Ketika sapa cintanya mulai mengalir
kurasakan kini seperti dapat menyembuhkan rasa sakit yang menderaku sejak lama (Liana)
Jika saja kudapatkan lagi kesempatan
kan ku tata kembali serpihan nada bait miliknya
ku tahu ini tak mungkin
Setidaknya ku dapat mengatakan bahwa bait nada milikmu
Pernah tertata rapih di jantungku (Epay)
Walau tiada indah tetap mempunyai arti mendalam buat ku gubah
itulah bait nada milikmu
melenakan, menghujam dan membuat simpul hati ini terikat
adakah kudapatkan bait bait itu lagi (Liana)
Tapi tak mungkin aku akan terus terpaku
masih banyak nada lain yang menungguku
saatnya ku lipat kenangan tentangmu
kan kukemas rapi
agar aku slalu ingat bahwa pernah bersamamu (Firyall)
Jangan engkau lenakan dirimu oleh sajak miliku
Semua tak akan membuat jiwamu sepenuhnya kumiliki
Kusadari kelemahan diri ini
Apalah arti semua nada yang tak tertata penuh makna bagiku
Lupakanlah aku
Biarku simpan saja serpihan nada sumbang milikku ini ke pelataran jantung milkiku sendiri
Dan jangan mengingatku kembali
Biarku lapangkan langkah ini tanpa dirimu (Epay)
Malam
kelam
angan melayang
bayangmu pun menghilang
aku ingin pulang
kembali ke rumah sepiku
bermain dengan aksara milikku
hanya milikki (Firyal)
KUMPULAN PUISI KREATIF
~ Tak Tahu lagi ~
Tiada kata lagi untuk kugaris bawahi
semua hanya menambah beban dihati ini
entah ku harus melepas momen yang sesungguhnya ku tunggu
entah ku harus mendiamkan saja
Bukan ku tak mengingatnya, tetapi semua itu membuatku selalu berfikir keras
dan membuat sendi-sendi darahku seakan membeku
tak pernah ku membayangkan mendapatkan hasil yang mengecewakan
tetapi itulah yang terjadi
Ku akui ku memang lemah dalam menyikapinya
dan terlihat tegar dimata insan lain
keterpura-puraan hanya menyiksa dan semua ku yakin bukan ku saja seperti ini
Sadar atau tidak langkah yang ku jalani sudah terasa janggal dimatamu
Harus merubah itulah kebanyakan hal yang kudengar tetapi ku bosan mendengarnya
semua tak pernah kusimak dan kuresapi
hanya terkadang selintasan timbul dan tenggelam lalu ku lupa
Satu minggu ku merenung tak ada hasil yang buatku tersenyum penuh arti
By : Kinanthie Soraya Jasmine Banjarmasin 29 November 2012 Silam
PUISI GUE
Sajak buat Akhir November
Jangan hati ini terlemahkan oleh bias bayang masa lalu
Semua hanya bagian sebuah kisah suka dan duka
merajuk hanya akan menambah deretan kisah duka
semua memang ada dan pernah ada
kemanapun langkah ini di lalui semua akan terlintas kembali
Lalui jalan usang yang ingin ku hindari
Akh akhirnya terjerat kembali
sesungguhnya aku tak bisa mengatakan ini
tetapi ini seperti terkuak dengan sendirinya
dan akupun tak mengerti
Hanya bisa kukatakan kepadamu Tidurlah selamat malam
bermimpilah untuk masa depanmu
bermimpilah untuk kebahagianmu
tak perlu bermimpi buat kenangan usang
yang pantas hanya untuk diletakan di sudut luar ruang hatimu
Oleh : Epay Yankovic Jum'at 30 November 2012
Bunga Rampai Puisi Pribadi
Sayap Patah I
Kala itu ingin ku kepakan sayap sayapku ini
Engkau telah mematahkan salah satunya
Bagaimana kudapatkan kembali
Mungkin dengan begitu engkau akan senang
Tidak, ku tak akan putuskan semangat ini
Karena kutahu semua ada cara lain untuk ku melayang jauh
Kan ku ikuti kata hati kemana ku mau
Sampai ku benar-benar jatuh terlelah
Disana baru kuyakini diri ini bahwa ku memang gagal
Sayap Patah II
Ku tak akan pernah merajuk dengan keadaan
Biarkan angan ini terbang bersama angin senja hari
Biarkan ia berpendar di sapu desirannya
Dan semua tidak akan merubah keadaan
Semua tetap akan seperti ini atau diam
keputusan hanya soal prinsip
ku tahu ini bukan dari hati kecil
maka izinkan ku berjalan meski sayapku telah kau patahkan
Pergilah Jika engkau memang mendapat satu kedamaian
Sayap Patah III (selesai)
Terlalu prinsipil sehingga rasa ego mengalahkan kata hati
Terlalu banyak tangan-tangan yang berperan
sehingga sayapku tak akan pernah kembali
semua memang layak musnah
Coretan milik Epay Yankovic, Cibitung Bekasi Jum'at 30 November 2012
Langganan:
Komentar (Atom)















